INI ADALAH PADANG KARBALA DI IRAK. DULUNYA SEBUAH PADANG PASIR YANG LUAS. DI SINILAH ANAK LAKI-LAKI ALI RA, HUSEIN DIPOTONG LEHERNYA DALAM PERTEMPURAN TIDAK SEIMBANG.SAYA KE SANA PADA HARI MINGGU, 21 SEPTEMBER 2014 BERSAMA STAF KEDUTAAN BESAR RI DI BAGHDAD. http://dasmandjamaluddinshmhum.blogspot.com 0812-198-6661
29 Mei 2009
20 Mei 2009
Berita Dari Kompas.com
Sejarah
Duh,
Ilustrasi: Pengunjung menikmati Wayang Golek di Museum Wayang, Jakarta Barat. Banyaknya pilihan tempat rekreasi yang menarik kini ikut mempersempit kemungkinan generasi muda berkunjung ke museum.
Artikel Terkait:
- Cahaya Kamera Percepat Rusaknya Koleksi Museum Wayang
- Museum Bahari Perlu Direnovasi
- Cegah Pencurian, Museum Nasional Perbanyak CCTV
- Pengelolaan Museum Berbasis TI dan Konservasi
- Museologi, Ilmu Apa Itu?
Selasa, 19 Mei 2009 | 12:14 WIB
Wacana tersebut mengemuka dalam diskusi
diskusi tersebut sangat menarik karena, ke depan, museum harusnya betul-betul bisa menjadi arena pembelajaran bagi generasi muda, yaitu sejarah, kebudayaan, sekaligus juga sebagai arena rekreasi.
"Sehingga para generasi muda bisa mengenal sejarah lebih dekat dan lebih rinci, sebagai wujud cinta pada sejarah negerinya sendiri dan mengetahui makna pentingnya sejarah bagi kemajuan negara," kata Dasman.
Selain itu, Dasman menambahkan, sangat disayangkan bahwa makna dan pentingnya sejarah masih belum menjadi prioritas dalam nilai akademis siswa. Kendalanya, pemasaran museum kurang maksimal dalam menarik perhatian masyarakat, di samping pemerintah pun kurang bekerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk meningkatkan jumlah pengunjung museum.
Hal itu, tambah Dasman, berlaku juga pada slogan "Visit Indonesia Year". Di mata Dasman, slogan tersebut cenderung lebih melirik bidang pariwisata, ketimbang museum sejarah.
"Harusnya juga dipikirkan bagaimana ke depan kita bisa menarik minat generasi muda berkunjung ke museum. Apakah perlu ditunjuk duta museum atau boleh juga dipertimbangkan masuknya musik ke dalam museum?" kata Dasman.