INI ADALAH PADANG KARBALA DI IRAK. DULUNYA SEBUAH PADANG PASIR YANG LUAS. DI SINILAH ANAK LAKI-LAKI ALI RA, HUSEIN DIPOTONG LEHERNYA DALAM PERTEMPURAN TIDAK SEIMBANG.SAYA KE SANA PADA HARI MINGGU, 21 SEPTEMBER 2014 BERSAMA STAF KEDUTAAN BESAR RI DI BAGHDAD. http://dasmandjamaluddinshmhum.blogspot.com 0812-198-6661
03 Maret 2012
Temu Sastrawan Nusantara Melayu Raya: Nama Pemakalah Seminar Internasional Nusantara Mel...
Temu Sastrawan Nusantara Melayu Raya: Nama Pemakalah Seminar Internasional Nusantara Mel...: RAPAT EVALUASI PANITIA JELANG ACARA TSN DI PADANG PEMAKALAH/PEMBICARA SEMINAR INTERNATIONAL NUSANTARA MELAYU RAYA PADANG, 16 – ...
02 Maret 2012
INILAH INTI TULISAN SAYA TENTANG HAMKA
Akhirnya saya sampai ke sebuah
tulisan inti tentang Hamka. Saya berhasil menggali data. Bermacam cara
orang menulis, itu adalah cara -cara yang dilakukan agar tulisan ini
bermanfaat untuk masyarakat, khususnya untuk Bangsa Indonesia yang kita
cintai.
Saya bertanya tidak tahu
penulisnya. Itu kalimat yang ingin menggali lebih dalam siapa
sebetulnya penulis buku Hamka sebagai Plagiator? Bukan tidak kenal,
hanya inggin lebih tahu mengapa masalah lama harus diungkap kembali. Apa
manfaatnya untuk masyarakat. Selain itu, Hamka telah almarhum. Kalau
kita ingin menyelesaikan masalahnya, ketika sumber primer tidak ada maka
hasilnya akan bias. Tidak mungkin terselesaikan dengan baik, apalagi
ada dua pendapat mengenai hal ini. Jadi tidak semudah membalikkan
telapak tangan.
Untuk ini saya ingin mengutip Pidato Bung Karno pada
Penyerahan Hadiah Pemenang Sayembara Rencana Tugu Nasional, 27 Juni
1960:
"Buatlah Rakyat itu Rakyat yang berjiwa.
Buatlah Rakyat itu yang menuju kepada suatu kebudayaan yang tinggi.
Buatlah Rakyat itu satu Rakyat yang mempelajari dan melatih dirinya dalam yang tinggi.
Buatlah Rakyat itu Rakyat yang bangga atas dirinya sendiri.
Buatlah Rakyat itu satu Rakyat yang bangga atas perjuangannya.
Buatlah Rakyat itu yang menghormati pahlawan-pahlawannya yang telah gugur.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghormati pahlawan-pahlawan yang gugur"
Jadi kalimat terakhir adalah menghormati pahlawan-pahlawannya.
Lebih penting dari itu,
kalau kita membaca buku karangan Muhidin M.Dahlan, dari halaman 214 dan
seterusnya, bukan hanya Hamka yang dikutip melakukan plagiat.Sudah tentu
dikutip dari Harian Bintang Timur. Di antaranya Chairil Anwar, Taufik
Ismail, Seno Gumiro Ajidarma. Loh apa betul mereka plagiat? Apakah kita
sudah membuktikannya? Sebetulnya yang diharapkan apakah kita bisa
menyelesaikan masalah ini, kalau memang kita ingin
menyelesaikannya.Kalau demikian bagaimana penyair-penyair ini di mata
generasi muda? Bukankah tujuan mereka untuk memperkaya khasanah
Indonesia.Saya teringat dalam agama saya, Islam, "Seandainya saja Allah
SWT tidak maha penyayang, maka semua kita memiliki aib. Hanya Allah lah
yang menutupinya.". Kalimatnya belum tentu sama.Mereka sebangsa dan
sesama saudara kita.Ya, jika hal-hal itu tidak dapat kita selesaikan,
minimal kita tidak mengungkit-ungkitnya lagi. Tetapi entahlah dengan
beredarnya buku "Aku Mendakwa Hamka Plagiat," ini semua bisa
dituntaskan. Tetapi kembali ke kalimat saya semula, kita agak susah
memperoleh sumber primer. Sebahagian besar mereka sudah meninggal dunia.
Dan keakuratan datanya bisa disangsikan.
Mungkin banyak yang saya
peroleh dari tulisan saya pertama. Di antaranya berpendapatlah.
Berdiskusilah. Tetapi sebagai bangsa yang menjunjung tinggi budayanya,
sampaikan dengan sopan santun, harga menghargai dan saling hormat
menghormati.Jangan masuki wilayah pribadi, karena tidak fokus dengan
masalah. Terimakasih teman, saya juga belajar dari teman-teman.