Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau yang biasa disapa Ical atau ARB akan melunasi sisa pembelian tanah warga Sidoarjo korban lumpur Lapindo yang masih tersisa sebanyak Rp 300 miliar. Pelunasan akan dilakukan sebelum Pemilihan Presiden 2014 digelar.”Itu bukan ganti rugi tetapi jual beli,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Tantowi Yahya. Tantowi menyebut itu bukan ganti rugi melainkan pembelian tanah oleh Ical dari korban Lapindo. Dan, lanjut dia, tanah itu sudah dihargai 20 kali lipat dari harga aslinya.Bahkan dikatakan Tantowi, bahwa ketua umumnya itu tidak lari dari masalah. Justru yang lari dari masalah adalah para pemilik PT Lapindo Inc yang lain. Lantaran, menurut Tantowi hanya, Ical yang mengganti kerugian warga Sidoarjo. Pernyataan ini keluar, pada 20 November 2013 menjelang Rapimnas Partai Golkar, 22-23 November 2013. Kenapa harus saling menyalahkan dan satu lebih merasa berjasa dari yang lain? Pertanyaan selanjutnya bukankah warga Sidoarjo harus memperoleh haknya dan tidak ada kaitannya jika Ical Calon Presiden RI atau bukan? Mengapa harus sebelum Pilres? Seandainya sebelum Pilpres janjinya tidak terbukti? Paling penting memang tanahnya dihargai 20 kali lipat? Mungkin 2 kali lipat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar