Pertama kali saya ke Irak, September 1992. Pada waktu ini Pemimpin Redaksi/Umum Harian Merdeka, B.M.Diah meminta Duta Besar Irak di Jakarta agar saya diundang ke Irak. Waktu Saddam Hussein berkuasa, suasana relatif tenang. Saya terlihat wawancara dengan Menteri Perindustrian dan Logam Irak, Amir Al-Saadi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar