INI ADALAH PADANG KARBALA DI IRAK. DULUNYA SEBUAH PADANG PASIR YANG LUAS. DI SINILAH ANAK LAKI-LAKI ALI RA, HUSEIN DIPOTONG LEHERNYA DALAM PERTEMPURAN TIDAK SEIMBANG.SAYA KE SANA PADA HARI MINGGU, 21 SEPTEMBER 2014 BERSAMA STAF KEDUTAAN BESAR RI DI BAGHDAD. http://dasmandjamaluddinshmhum.blogspot.com 0812-198-6661
13 Juli 2014
MENHAN ISRAEL PERNAH SETUJU INDONESIA JADI PANGLIMA PASUKAN PERDAMAIAN PBB DI SINAI (1976)
Tidak berkelebihan jika saya menyarankan Indonesia agar bisa mengajak Israel maju ke meja perundingan dengan Palestina. Jadi tidak sekedar menghimbau, mengecam.Tidak terbatas mengontak hanya negara-negara Arab, karena tidak mungkin selesai secara menyeluruh. Menghimbau gencatan senjata, bisa saja dilakukan. Tetapi besoknya atau lusa terjadi lagi pembantaian terhadap warga Palestina. Kan pembantaian terhadap warga Palestina bukan hanya baru-baru ini saja? Sejak 1948, kan ? Saya mengharapkan Indonesia BERBUAT. Jadi inisiator, karena meskipun Indonesia tidak mengakui Israel, tetapi dalam sejarah, Israel
pernah menyetujui putera bangsa ini (Letjen/Purn Rais Abin) jadi Panglima Pasukan Perdamaian PBB (1976-1979). Apa kata Shimon Peres (yang kemudian menjadi Presiden Israel) waktu Rais Abin menemuinya di Jerusalem. "Terus terang saja merupakan suatu preseden yang unik bahwa kami menyetujui Panglima Pasukan PBB dari negara yang tidak mengakui Israel.Dari kami nggak ada keberatan, tetapi masih ada masalah politis," ujar Shimon Peres. (Foto Shimon Peres diambil dari FRONTPAGE MAG.COM)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar