29 Juni 2009
Diposkan oleh DASMAN DJAMALUDDIN SH,M.Hum di 6:12 PM 0 komentar Link ke posting ini
22 Juni 2009
29 Mei 2009
20 Mei 2009
Berita Dari Kompas.com
Sejarah
Duh,
Ilustrasi: Pengunjung menikmati Wayang Golek di Museum Wayang, Jakarta Barat. Banyaknya pilihan tempat rekreasi yang menarik kini ikut mempersempit kemungkinan generasi muda berkunjung ke museum.
Artikel Terkait:
- Cahaya Kamera Percepat Rusaknya Koleksi Museum Wayang
- Museum Bahari Perlu Direnovasi
- Cegah Pencurian, Museum Nasional Perbanyak CCTV
- Pengelolaan Museum Berbasis TI dan Konservasi
- Museologi, Ilmu Apa Itu?
Selasa, 19 Mei 2009 | 12:14 WIB
Wacana tersebut mengemuka dalam diskusi
diskusi tersebut sangat menarik karena, ke depan, museum harusnya betul-betul bisa menjadi arena pembelajaran bagi generasi muda, yaitu sejarah, kebudayaan, sekaligus juga sebagai arena rekreasi.
"Sehingga para generasi muda bisa mengenal sejarah lebih dekat dan lebih rinci, sebagai wujud cinta pada sejarah negerinya sendiri dan mengetahui makna pentingnya sejarah bagi kemajuan negara," kata Dasman.
Selain itu, Dasman menambahkan, sangat disayangkan bahwa makna dan pentingnya sejarah masih belum menjadi prioritas dalam nilai akademis siswa. Kendalanya, pemasaran museum kurang maksimal dalam menarik perhatian masyarakat, di samping pemerintah pun kurang bekerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk meningkatkan jumlah pengunjung museum.
Hal itu, tambah Dasman, berlaku juga pada slogan "Visit Indonesia Year". Di mata Dasman, slogan tersebut cenderung lebih melirik bidang pariwisata, ketimbang museum sejarah.
"Harusnya juga dipikirkan bagaimana ke depan kita bisa menarik minat generasi muda berkunjung ke museum. Apakah perlu ditunjuk duta museum atau boleh juga dipertimbangkan masuknya musik ke dalam museum?" kata Dasman.
Diposkan oleh DASMAN DJAMALUDDIN SH,M.Hum di 10:14 AM 0 komentar Link ke posting ini
14 April 2009
ADAM MALIK (VICE PRESIDENT OF INDONESIA 1978-1983), CENTRAL INTELLIGENCE AGENCY ?
ADAM MALIK (VICE PRESIDENT OF INDONESIA 1978-1983), CENTRAL INTELLIGENCE AGENCY (CIA) ? PLEASE READ MY WRITING AT "BIOGRAFI POLITIK" MAGAZINE Vol.2 no.11 Jan.2009 Page : 124 - 143.
Diposkan oleh DASMAN DJAMALUDDIN SH,M.Hum di 8:07 PM 0 komentar Link ke posting ini
06 Mei 2008
BACKGROUND OF SUPERSEMAR (11 MARCH ORDER)
Friday morning, March, 11, 1966 the cabinet meeting began in Merdeka Palace Jakarta, which Soeharto did not attend. But twenty minutes after that, Soekarno received a massage that unindentified troops had sorrounded the palace. Soekarno, with scarcely a word to his ministers, it seems, made a dash for the door followed by Soebandrio and Chairul Saleh. So indecent was their haste that Soebandrio, who had been sitting with his shoes off, was reported to have made his escape in his socks. The three climbed aboard a helicopter and immediately flew to the presidential at Bogor, 60 km south of Jakarta. The ministers left behind were stunned; the flight of their leader must have under mined their confidence in his power.
Later that afternoon, three army generals, Maj.Gen. Basoeki Rachmat, minister for Veteran Affairs, Brig.Gen.M.Jusuf, Minister for Basic Industry and Brig.Gen.Amirmachmud, Commander of the V/Jaya Jakarta Military Area Command, visited Soekarno and came away with the signed Supersemar ( the 11 March Order), which they then presented to Soeharto:
- The first clause, Soekarno ordered Soeharto to take all measures deemed necessary steps to guarantee security and calm and the stability of the running of the Government and the course of the Revolution as well as to guarantee the personal safety and authority of the leadership of the President/ Supreme Commander/Great Leader of the Revolution/ holder of the Mandate of the Provisional People's Consultative Assembly/MPRS for the sake of the integrity of the Nation and State of the Republic of Indonesia and to resolutely implement all the teachings of the Great leader of the Revolution.
- The second clause confirm what appears to be the purpose of the first (to ensure security) by ordering Soeharto to execute co-ordination in implementing this Order with Commanders in Chief of other Forces as best as possible.
- The third clause obliged Soeharto to report everything connected with this task and responsibility.
SEEKING MY BLOG CONTINOUS ? (MELIHAT BLOG SELANJUTNYA ?)
LAST PART THIS PAGE, LOWEST (Klik Bahagian Terakhir Halaman Ini, Paling Bawah)
My BLOGS : (Blog-Blog yang Tersedia:)
- Hardness in Pakistan (Kekerasan di Pakistan).
- 11 March Order (Supersemar /42 Tahun Supersemar, 11 Maret 2008).
- Why, I want to become Jambi Governor ? (Mengapa Saya Ingin Jadi Gubernur Jambi ?)
- Appreciation from Saddam Hussein (Penghargaan dari Saddam Hussein).
- B.M.Diah, National Hero ? (B.M.Diah Pahlawan Nasional ?)
- Hari-hari Penting Kehidupan Jusuf Kalla.
- Contradict Alamsjah Ratu Perwira Negara Book (Kontroversi Buku Alamsjah Ratu Perwira Negara)
- Dasman Djamaluddin candidate of DKI Jakarta Governor (Dasman Djamaluddin Bakal Calon Gubernur DKI)
- Jusuf Kalla and Supersemar (Jusuf Kalla dan Supersemar).
- Accusation of Dasman Djamaluddin to President of Republic of Indonesia and KPU (Gugatan Dasman Djamaluddin Gugatan Kepada Presiden RI dan Komisi Pemilihan Umum/KPU).
Diposkan oleh DASMAN DJAMALUDDIN SH,M.Hum di 9:33 AM 0 komentar Link ke posting ini
05 Mei 2008
Love Story of The First President of Indonesia, Soekarno (I)
LOVE STORY OF THE PRESIDENT OF INDONESIA, SOEKARNO (I)
(KISAH CINTA PRESIDEN PERTAMA RI SOEKARNO (I)
Fell in Love with Dutch Girls
(Cinta Pertama dengan Gadis Belanda)
Oleh Dasman Djamaluddin
I like attractive girls around me because I feel they are like flowers, and I like to gaze at beautiful flowers. I was very much attracted to Dutch girls. I wanted desperately to make love to them. It was the only way I knew to exert some form of superiority over the white race and make them bend to my will. That's always the aim, isn't it ? For a brown-skinned man to over-power the white man ? It's some sort of goal to attain. Over powering a white girl and making her want me became a matter of pride. A handsome boy always has steady girls friends. I had many. They even adored my regular teeth. But I admit I deliberately went after the white ones.
My first crush was Pauline Gobee, the daughter of one of my teachers. She was beautiful and I was crazy about her. Then there was Laura. Oh, how I adored her. And there was the family Raat. Now I had Mien Hessels. She was all mine and I was madly, wildly, insanely in love with this yellow-haired, pink-cheeked tulip. I'd cheerfuly have died for her if she'd asked it. It was 18 and wanted nothing more out of life than to possess her body and soul. I craved her passionately and came to the realization I had to marry her. Nothing else would quench the fire within me. She was the icing on the cake I could never buy. She was creamy-skinned and curly-headed and she represented everything. I'd always wanted to put my arms arround Mien Hessels spelled riches to me.
I finnaly got up the nerve to speak to her father. I dressed in my very best. I wore shoes. Sitting in my dark room. I'd rehearsed the words I was going to say, but when I approached the tidy house I quivered with fright. I had never visited a house like this before. The lawn was green velvet with row upon row of flowers standing straight and tall like soldiers. I had no hat to hold in my hand, so, instead, I held my hearth in my hand.
And there I stood, shaking, in front of the father of my ivory princess, a towering six-footer who stared straight down at me like I was vermin on the ground. "Sir, "I said, if you please, I would like the hand of your daughter in marriage...Please ?
"You ? A dirty native like you ? spat Mr.Hessels. "How dare you even come near my daughter. Out, you filthy animal. Get out."
(Ada kalimat menarik yang patut dikutip ketika melihat sosok Presiden Pertama RI, Soekarno atau populer dengan sebutan Bung Karno sebagai seorang pecinta. Kalimat-kalimat tersebut berasal dari Bambang Widjanarko, yang mendampingi Soekarno selama delapan tahun sebagai ajudan pribadi. Dia pernah menulis: "Daya tarik serta taraf intelektualnya yang tinggi menjadikan Soekarno seorang master dalam menaklukkan hati wanita."
Sebagai laki-laki, Soekarno pandai mencurahkan perhatiannya secara utuh kepada setiap wanita yang dihadapinya sehingga wanita tersebut merasa ia satu-satunya yang paling dicintai. Soekarno tidak segan-segan mengambilkan minuman untuk seorang tamu wanita, membantu memegang tangan wanita itu sewaktu turun dari mobil atau sekedar memuji busana dan tata rambutnya. "Bung Karno tahu, setiap wanita amat senang mendapat pujian," demikian tulis Bambang.
Bung Karno merupakan manusia luar biasa. Tumbuh menjadi pemuda tampan. Banyak gadis-gadis Belanda yang menyukainya. Tetapi sebagaimana diutarakannya dalam buku biografinya:"Soekarno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia," dia mengungkapkan dengan sejujurnya mengapa sangat tertarik dengan gadis-gadis Belanda.
"Aku sangat tertarik kepada anak-anak gadis Belanda. Aku ingin sekali mengadakan hubungan percintaan dengan mereka. Hanya inilah satu-satunya jalan yang kuketahui untuk memperoleh keunggulan terhadap bangsa kulit putih dan membikin mereka tunduk pada kemauanku. bukankah ini selalu menjadi idaman ? Apakah seorang jantan berkulit sawo matang dapat menaklukkan seorang gadis kulit putih ? Ini adalah suatu tujuan yang hendak diperjuangkan. menguasai seorang gadis kulit putih dan membikinnya supaya menginginiku adalah suatu kebanggaan. seorang pemuda tampan senantiasa mempunyai gadis-gadis yang tetap. Aku punya banyak. Mereka bahkan memuja gigiku yang tidak rata. Dan aku mengakui bahwa aku sengaja mengejar gadis-gadis kulit putih."
Pada bahagian lain, Bung Karno menuturkan bahwa cinta pertamanya tertuju pada seorang gadis Belanda. "Cintaku yang pertama adalah Pauline Gobee, anak salah seorang guruku. Dia memang cantik dan aku tergila-gila kepadanya..."Kemudian muncul sederetan nama, semuanya gadis keturunan Belanda, yakni Laura, Raat, Mien Hessels.
Ketika jatuh pada nama terakhir ini, yaitu Mien Hessels, Bung Karno berkeinginan untuk mengawininya. "Umurku baru 18 tahun dan tidak ada yang lebih kuinginkan dari kehidupanku ini selain dari pada memiliki jiwa dan raga Mien Hessels."
Hasrat hati Bung Karno untuk memiliki Mien Hessels menggebu-gebu. Akhirnya dia memberanikan diri untuk berbicara kepada bapaknya."Aku mengenakan pakaian yang terbaik, dan memakai sepatu. Sambil duduk di kamarku yang gelap aku melatih kata-kata yang akan kuucapkan dihadapannya,"tutur Bung Karno.
Bung Karno juga mengakui bahwa baru pertama kali bertemu ke rumah gadis keturunan Belanda tersebut. Dalam Pengakuannya dia mengatakan. "Aku tak pernah sebelumnya bertamu ke rumah seperti ini. Pekarangannya menghijau seperti beludru.Kembang-kembang berdiri tegak, baris demi baris, lurus dan tinggi bagai prajurit. Aku tidak punya topi untuk dipegang, karena itu sebagai gantinya aku memegang hatiku," ujar Bung Karno menggambarkan suasana ketika itu.
Bung Karno berdiri gemetar di hadapan Bapak Mien Hessels yang digambarkannya sebagai seorang yang tinggi seperti menara yang memandang langsung kepada dirinya."Seperti aku ini dipandang sebagai kutu di atas tanah," jelas Bung Karno.
Bung Karno memberanikan diri untuk berbicara."Tuan,"katanya."Kalau tuan tidak berkeberatan saya minta anak tuan..."
Tetapi jawaban yang diterima Bung Karno bukanlah jawaban yang enak, ramah dan sopan santun. Sebaliknya Bung Karno memperoleh perlakuan buruk. Dia dihina."Kamu ? Inlander kotor, seperti kamu?," sembur Tuan Hessels. "Kenapa kamu berani-berani mendekati anakku ? Keluar, kamu binatang kotor. Keluar !."
Tentang pernyataan Bung Karno ini, ada sebahagian orang mengatakan, mungkin saja semua pernyataan tersebut benar, tetapi ada juga yang berpendapat, semua itu adalah daya khayal Bung Karno, karena rasa "nasionalisme" beliau sangat tinggi.
Terlepas dari persoalan jatuh cinta dengan gadis Belanda tersebut, yang pasti dan kemudian terukir dalam sejarah adalah pernikahan yang dijalaninya pada usia belum genap 20 tahun. Tahun 1921 di Surabaya, Bung Karno menikah dengan Siti Oetari, gadis usia 16 tahun, putri sulung tokoh Serikat Islam Haji Oemar Said Tjokroaminoto (Selanjutnya "Siti Oetari, Isteri yang Tak Pernah Disentuh," di Blog: Mengapa Saya Ingin Jadi Gubernur Jambi ? )
Diposkan oleh DASMAN DJAMALUDDIN SH,M.Hum di 2:50 PM 0 komentar Link ke posting ini
03 April 2008
Supersemar, Sumber Sejarah yang Hilang
Makalah Seminar Nasional dan Diskusi Interaktif "Implikasi Wafatnya Soeharto terhadap Kebenaran Sejarah Supersemar" diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas YARSI di Ruang Auditorium Universitas YARSI, Jakarta, Selasa, 25 Maret 2008. Penulis adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Sejarah Supersemar (LPSS) dan Penulis Buku: Jenderal TNI Anumerta Basoeki Rachmat dan Supersemar. Nara sumber lain: Dr.Anhar Gonggong (Sejarawan), Atmadji Sumarkidjo (Wapemred RCTI dan Penulis Buku: Jenderal M.Jusuf Panglima para Prajurit dan Abdul Kadir Besar (Sekretaris Umum MPRS 1966).
Lengkapnya lihat di Blog: Supersemar (42 Tahun Supersemar, 11 Maret 2008)
Diposkan oleh DASMAN DJAMALUDDIN SH,M.Hum di 5:47 PM 1 komentar Link ke posting ini
04 Desember 2007
TIME Paparkan Indonesia Sebagai Negara Daulah Islamiah Raya
TIME Paparkan Indonesia Sebagai Negara Daulah Islamiah Raya
Pernah membaca Majalah Mingguan Amerika Serikat TIME, edisi 1 April 2002 ? Walaupun sudah terbilang lama, bagi yang belum sempat membacanya atau terlewatkan membaca edisi ini, perlu kiranya untuk mengetahui isi dari majalah tersebut.
Dulu di tahun-tahun lima puluhan, majalah ini sangat gencar meliput peristiwa PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) yang diprakarsai Ahmad Husein. Boleh dikata liputan peristiwa PRRI, terutama antara Februari sampai Oktober 1958 berjumlah 171 tulisan.
Pada edisi 1 April 2002 itu, semua orang pasti kaget melihat peta Indonesia menjadi peta Daulah Islamiah Raya, sebuah negara impian sebagaimana dikutip TIME yang ide pertamanya berasal dari Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo di tahun 1949.
Perbedaan yang mencuat ke permukaan adalah bahwa ide asli Kartosuwiryo bukanlah ide negara Islam sebagaimana yang tengah dipaparkan TIME di dalam edisi tersebut. Kartosuwiryo awalnya memang bercita-cita mendirikan sebuah negara Islam, tetapi "Negara Islam Indonesia."
Berbeda sekali dengan pengungkapan TIME sebagaimana dikutipnya dari Hambali, salah seorang ulama Indonesia yang juga anggota Jemaah Islamiyah yang bermukim di Malaysia, mengatakan bahwa negara Islam yang dimaksudnya adalah sebuah negara negara persatuan Islam di Asia Tenggara yang di dalamnya berlaku Hukum Islam. Inilah yang disebut "Negara Daulah Islamiah Raya", termasuk seluruh kepulauan di Indonesia atau Indonesia secara keseluruhan, Malaysia, Singapura, Kesultanan Brunei dan sebagian besar wilayah Filipina Selatan, Thailand dan bahkan Kamboja.
Sejak TIME menurunkan masalah ini, sebagian pengamat mempertanyakan latar belakang, mengapa majalah tersebut mengungkap negara Islam bernama "Daulah Islamiyah Raya" itu.
A LETTER FROM GOLKAR
DEWAN PIMPINAN DAERAH TINGKAT-I
PARTAI GOLONGAN KARYA
DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA Sekretariat: Jalan Pegangsaan Barat No.4 Jakarta 10310
Telepon: (021) 3153812 - 3158792 Fax: (021) 3152668
==============================
Nomor : 57/DPD-I/GOLKAR/D/03/2007 Jakarta, 8 Maret 2007
Sifat : Segera
Lampiran : UCAPAN TERIMA KASIH
Kepada Yth.
Bapak DASMAN DJAMALUDDIN
Jl.Kemang No.20 Rt.004/02
Kel.Sukatani - Cimanggis
D e p o k
Dengan hormat,
Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I Partai Golongan Karya Provinsi
DKI Jakarta, dengan ini menyampaikan ucapanTerima Kasih atas
kesediaan, atensi dan partisipasinya dengan mendaftarkan diri sebagai
Bakal Calon Gubernur Provinsi DKI Jakarta periode 2007 - 2012 dari Partai
GOLKAR Provinsi DKI Jakarta.
Mudah-mudahan untuk kedepan kerjasama yang baik ini dapat lebih
kita tingkatkan dalam rangka membangun Kota Jakarta bersama Partai
GOLKAR Provinsi DKI Jakarta.
Kemudian sekali lagi atas atensi dan kepercayaannya terhadap Partai
GOLKAR kami ucapkan terima kasih.
Ketua
ttd
Drs.H.M.ADE SURAPRIATNA, B.Sc
________________________
NPAPG : 09020300001
Sekretaris
ttd
Drs.INGGARD YOSHUA
__________________
NPAPG : 09030500001
Tembusan:
__________
1. Korwil V DPP Partai GOLKAR
2. A r s i p
A LETTER FROM BAGHDAD
Translation
__________
Mr.Dasman Djamaluddin
Jakarta, the Republic of Indonesia
24 June 1998
Dear Brother,
Assalamu Alaykum Warahmatullahi wabarakatuhu,
I am writing to inform you that His Excellency Mr. Saddam
Hussein, the President of the Republic of Iraq, has received
with gratitude and pleasure your book, entitled Saddam
Hussein: Menghalau Tantangan. His Excellency has also instructed me to
express our appreciation of the good effort which you have exerted in
writing this book, and to thank you for your noble sentiments and stance in
support of Iraq's Jihad and its brave leadership, wishing you further
succes and continued happiness.
Accepts please our best wishes and regards.
(signed)
Ali Abdullah Salman
The Office of the President's
Press Secretary
Embassy of the United States of America
Jakarta, Indonesia
April 21, 2003
Mr.Dasman Djamaluddin
Jl.Kemang No.20
RT.004/02 Desa/Kel.Sukatani
Kec.Cimanggis
Depok 16954
Dear Mr.Djamaluddin :
I am writing in reply to your letter of March 26, 2003 regarding U.S.- led efforts to assist the Iraqi people in building a free and democratic society.
Coalition military operations are achieving success. We are eliminating the threat posed by Iraq's weapons of mass destruction, securing the freedom of the Iraqi people, and delivering food, medicine, and other humanitarian assistance to them. This assistence will increase as more of Iraq's territory is liberated and United Nations specialized agencies and non governmental organizations are better able to operate.
We are commited to helping the people of Iraq build a nation that is whole, free, and at peace with itself and its neighbors. We support the aspirations of all of Iraq's people for a united, representative government that upholds human rights and the rule of law as cornerstones of democracy. We reaffirm our belief that Iraq's natural resources are the property of the Iraqi people, to be used only for their benefit.
As the Coalition proceeds with reconstruction efforts, we will work with its allies, other bilateral donors, and with the UN and other international institutions. The UN has a vital role to play in the reconstructions of Iraq, and we welcome the efforts of UN agencies and non-governmental organizations in providing immediate assistance to the people of Iraq. We plan would affirm Iraq's territorial integrity, ensure rapid delivery of humanitarian relief, and endorse an appropriate post-conflict administration for Iraq.
The day when Iraqis govern themselves must come quickly. As early as possible, we support the formation of an Iraqi Interim Authority, a transitional administration, run by Iraqis, until a permanent government is establisehed by the people of Iraq. The Interim Authority will be broad-based and fully representative: it will be establisehd first and foremost by the Iraqi people, with the help of the members of the Coalition, and working with the Secretary General of the United Nations. As be part the Interim Authority. The Interim Authority will progressively assume more of the functions of Government, and provide a means for Iraqis to participate in the economic and political reconstructions of their country.
Coalition forces will remain in Iraq only for as long as necessary to help the Iraqi people to build their own political institutions and reconstruct their country. We look forward to welcoming a liberated Iraq to the international community of nations. We hope Indonesia and the other partners in the international community will join with us in ensuring a democratic and secure future for the Iraqi people.
Sincerely,
Brian A.Nichols
Political Counselor
Diposkan oleh DASMAN DJAMALUDDIN SH,M.Hum di 2:30 PM 3 komentar Link ke posting ini
18 November 2007
Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta
PUTUSAN
Nomor: 146/G/2007/PTUN.JKT
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta yang memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara pada peradilan tingkat pertama, ang diperiksa dengan acara biasa telah menjatuhkan putusan seperti tersebut di bawah ini dalam sengketa antara :
1. DASMAN DJAMALUDDIN, kewarganegaraan Indonesia. Pekerjaan Executive Director Lembaga Pengkajian Pilkada Indonesia, beralamat di Jl.Kemang No.20 RT.004/02, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Cimanggis, Depok
2. HASANUDDIN, kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Pegawai Swasta, beralamat di Perum Puri Insani Blok F3/04, RT/RW 07/04, Jatimulya, Sukmajaya, Depok.
Dalam perkara ini keduanya telah memberikan kuasa penuh kepada:
2. HMBC RIKRIK RIZKIYANA,SH
3. IGNATIUS SUPRIYADI,SH
4. KUKUH K.HADIWIDJOJO,SH,Mkn
5. RAJA MANIK,SH
6. ROGERS SINAGA,SH
7. DAVID MARTIN UDJUNG,SH,MH
...................PARA PENGGUGAT
M e l a w a n
1. TIM SELEKSI CALON ANGGOTA KOMISI PEMILIHAN UMUM, berkedudukan di Jakarta dan beralamat di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya No.31 Jakarta Pusat (10340). Selanjutnya disebut sebagai
.....................TERGUGAT I;
2. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, berkedudukan di Jakarta dan beralamat di Medan Merdeka Utara. Selanjutnya disebut sebagai
.........................TERGUGAT II;
Lengkapnya lihat di Blog: Gugatan Dasman Djamaluddin
Diposkan oleh DASMAN DJAMALUDDIN SH,M.Hum di 2:11 PM 2 komentar Link ke posting ini
NASIB MUSEUM ADAM MALIK
21 Mei 2009 | 20:24 | Sosial
Museum Adam Malik Hilang dari Data Depbudpar
Ilma Hairinasari
Jakarta - Nama Museum Adam Malik, yang tercatat milik pengusaha media Hary Tanoesoedibjo, hilang dari daftar 60 museum yang tercatat di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar).
Koleksi 50 ribu lebih barang peninggalan mantan wakil presiden Adam Malik juga tidak jelas keberadaannya.
"Koleksi yang ada di Museum Adam Malik, entah disimpan di mana," kata sejarawan Dasman Djamaludin saat dihubungi Primair Online di Jakarta, Kamis (20/5).
Berdasarkan riset Primair Online, Hary Tanoesoedibjo atas nama istrinya telah membeli museum yang dilego oleh keluarga Adam Malik pada 2006.
Keluarga Adam Malik terpaksa menjual museum itu karena sudah tidak mampu menanggung biaya pemeliharaannya. Mereka mengaku tidak pernah mendapat dukungan dana dari pemerintah dalam biaya operasional museum.
Setelah mengabdikan diri demi bangsa dan negaranya, Adam Malik meninggal di
Di museum itu, tersimpan berbagai tanda kehormatan yang diberikan negara terhadap wartawan yang menjadi wakil presiden itu. Selain itu, terdapat ribuan benda kenang-kenangan Adam Malik selama menjalankan tugas kenegaraan di dalam negeri dan luar negeri. Antara lain, berupa lukisan-lukisan, keramik, benda-benda porselin, kerajinan tradisonal, dan koleksi fotografi dari berbagai model.
Namun, sampai saat ini tidak ada kepastian apakah koleksi tersebut dijual atau disimpan oleh ahli waris, atau pemilik rumah.
(new)
My Profile (Profil Saya)
- DASMAN DJAMALUDDIN
- DEPOK, JAWA BARAT, Indonesia
- I was born in Jambi (Sumatera Island) on September, 22, 1955. PERMANENT ADDRESS :Jl.Kemang No.20 RT.004/02 Kelurahan Sukatani, Kecamatan Cimanggis, Depok 16954. PHONE/ Mobile : +62.21 8744060/ +62 81314795111 E-MAIL: dasman_dj@yahoo.co.id and djamaluddindasman@yahoo.com. Google: Dasman Djamaluddin. In 2007 candidate Jakarta Governor 2007-2012. BOOKS: "Golkar as Alternative Party" (Jakarta:Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI, 2003)","Saddam Hussein Overcoming Challenge"(Jakarta: PT.Penebar Swadaya, 1998)."The Late General Basoeki Rachmat and 11 March Order (Supersemar)"(Jakarta:Grasindo, 1998).First publish in August, 1998. Reprinted in June, 2008." Gunawan Satari, Fighter, Educate and Scientist "(Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1994), "Grain of Rice B.M.Diah" (Jakarta: Pustaka Merdeka, 1992). B.M.Diah or Burhanudin Mohamad Diah is a national figure and witness of history. B.M.Diah is well known and respectable person of public life of the Republic of Indonesia.












